Ikut Ekskul atau tidak?

Dulu. Waktu saya masih sekolah, saya tidak ikut ekstrakurikuler kepemimpinan apapun. Saya tidak tertarik dengan kegiatan-kegiatan yang melelahkan seperti itu. Mereka mau saja dimarahi kakak tingkat, disuruh push-up, dibentak-bentak, disuruh lari keliling kampus. Pokoknya saya menyimpulkan kalau mereka itu hanya buang-buang waktu.

Coba anda bayangkan, sehabis belajar mereka langsung bergegas siap-siap bekumpul di lapang. Baris harus dengan rapi, telat sedikit dimarahi, barisan tidak lurus dimarahi, teman yg absen kalau kita tidak tahu alasannya dimarahi. Pokoknya apapun yang dilakukan semuanya serba salah di mata kakak tingkat di ekskul itu. Kegiatan mereka baru selesai hingga maghrib. Lalu setelah mereka pulang ke rumah, mereka harus mengerjakan tugas dari seniornya. Lalu kapan mereka belajar? bukankan sekolah itu untuk menuntut ilmu?

Hampir setiap hari libur mereka gunakan untuk kegiatan ekskul. “Pendidikan” dalam tanda kutip yang tak kunjung selesai sangat menyita waktu. Lalu kapan mereka akan mengerjakan tugas sekolah?

Sekarang. Yang saya kira mereka hanya buang-buang waktu. Ternyata mereka punya kelebihan. Yap, kelebihan yang tidak mungkin didapatkan oleh orang yang pulang sekolah nongkrong, pulang sekolah langsung ke rumah. Mereka menjadi manusia berkarakter. Mereka punya sifat-sifat kepemimpinan yang sering kita baca dalam buku. Pada akhirnya lama waktu yang menjawab.

Jangan sampai anda menyesal juga. Ayo ikut ekskul!

Advertisements

2 thoughts on “Ikut Ekskul atau tidak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s