Ceramah Singkat: Dunia Hanya Sementara

Oleh Abu Zubair Al Hawary, Lc.

Bismillahirrahmaanirrahiim

Keindahan dunia sering membuat kita lalai dan lengah. Keindahan alam semesta ini tak jarang membuat kita lupa bahwa dunia ini hanya persinggahan bukan tempat yang abadi. Lihatlah ombak yang pasang surut menggoda seperti dunia yang menyapa tepian hati setiap hati manusia, menggelitik dan menggoda agar mencoba dan mencicipi. Tetapi ingat wahai saudara-saudaraku satu hal yang pernah diingatkan oleh Nabi kita Muhammad ﷺ, beliau sangat khawatir, belau sangat cemas dan takut dunia ini dengan segala keindahan dan gemerlapnya melalaikan ummatnya.

Nabi kita Muhammad ﷺ pernah menegaskan bukan kesyirikan yang paling dia takuti terhadap ummatnya tetapi yang paling ditakuti oleh rasul saw ketika dunia ini dibentangkan untuk ummatnya. Lalu manusia berlomba-lomba untuk mengejar dunia tersebut, saling sikut kanan dan kiri, tidak peduli lagi halal dan haram, tidak peduli lagi hubungan persaudaraan (ukhuwah), maka dunia kata Rasulullah ﷺ akan membinasakan kalian seperti membinasakan ummat manusia terdahulu. Dunia ini yang membuat manusia laksana buih-buih dilautan, tercerai berai oleh gelombang, banyak tetapi tidak memiliki kekuatan, banyak tetapi lemah, sehingga musuh-musuh kaum muslimin tidak takut kepada mereka padahal dahulu Allah mmemberikan kemenangan untuk nabi kita Muhammad ﷺ dan orang-orang yang setia mengikutinya. Kemenangan dalam jarak 1 bulan atas musuhnya. Tetapi karena cinta kepada dunia berlebih-lebihan, Allah hilangkan rasa takut kepada musuh-musuh tersebut kepada islam dan Allah timpakan di hati ummat islam al-wahn. Apa wahn tersebut?

Dari Tsauban, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hampir saja para umat (yang kafir dan sesat, pen) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring”. Kemudian seseorang bertanya,”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah berkata,”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’. Kemudian seseorang bertanya,”Apa itu ’wahn’?” Rasulullah berkata,”Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Daud no. 4297 dan Ahmad 5: 278, shahih kata Syaikh Al Albani. Lihat penjelasan hadits ini dalam ‘Aunul Ma’bud).

Kita memang hidup di dalam dunia dan berjalan di atas bumi ini kita merasakan segala bentuk kenikmatan dan kelezatan, tetapi hanya satu hal yang harus kita ingat ini hanyalah jembatan menuju akhirat, ini hanyalah tempat bercocok tanam, diakhirat kelak kita akan menuai.

Suatu ketika Rasulullah ﷺ menepuk pundak salah seorang pemuda lalu dia berkata: hiduplah di dunia seolah-olah anda itu seorang asing tidak akan menetap lama di dunia itu atau anda sedang dalam perjalanan anda punya tujuan. Seperti anda letih dan lelah berhenti di sebuah pohon setelah letih itu hilang anda harus terus melanjutkan perjalanan agar sampai kepada tujuan.

Rasulullah ﷺ hidup di dunia, dibukakan untuk beliau pundi-pundi dunia, tetapi Rasulullah ﷺ lebih memilih Allah, lebih memilih kampung akhirat. Mari kita teladani rasul. Ambil di dunia apa yang bisa menjadi bekal kita untuk menuju Allah. Jangan perberat pundak anda dengan kenikmatan yang haram, mubah yang berlebihan, sehingga memberatkan anda untuk menuju Allah. Ambil yang cukup sebagai bekal dari yang halal dan diberkahi Allah. Gunakan untuk menguatkan diri anda melangkahkan kaki. Dengan demikian mudah-mudahan kita bisa sampai ke perjalanan yang  kita tuju.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s