Ceramah Singkat: Yang Dikenal oleh Hati

Oleh Ustadz Abdullah Taslim, MA.

Bismillahirrahmaanirrahiim

Segala puji bagi Allah swt. atas nikmat yg dibrikan kepada kita. kemudahan untuk memahami dan mempelajari Islam.

Allah menciptakan manusia di atas fitrah, cenderung kepada tauhid cenderung kepada kebenaran cenderung kepada kebaikan. Allah swt berfirman, “Hadapkanlah dirimu kepada agama Islam dalam keadaan lurus.”

Dalam sebuah hadis riwayat muslim, rosul saw bersabda bahwa allah swt berfirman. aku menciptakan hamba2ku dalam keadaan lurus kemudian syaiton mendatangi mereka memalingkan mereka dari agamanya. Kedaan ini merupakan kabar gembira bagi kita bahwa secara asal potensi asli kita lebih dekat dengan kebenaran, lebih mudah untuk diajak kepada tauhid, lebih dekat dengan keimanan yang benar. Sedangkan penyimpangan-penyimpangan itu datangnya kemudian. Adapun lurus kepada Allah (cenderung kepada tauhid) ini merupakan asal yng sudah ada potensinya dalam hati kita sejak kita lahir di dunia ini.

Makanya upaya untuk mengembalikan diri kita kepada iman yg benar itu adalah perkara yang mudah apalagi dengan petunjuk islam yang jelas yang diturunkan oleh Allah swt sesuai dengan keadaan hati dan fitrah manusia. Ini akan mempermudah keadaan tersebut.

Seandainya syaiton tidak menghalangi kita tidak mengotori hati kita, kita akan mudah mengenal kebenaran. Ketika Rosulullah saw. bersabda, “Bertanyalah ke hatimu, karena yg namanya kebaikan itu hati merasa tenang kepadanya, jiwa menjadi tentram karenanya.” Ini menandakan hati itu kalau benar kebaikan itu bisa kita ambil dari hati. Tapi ini hanya bagi orang-orang yang imannya benar hatinya bersih, yang kemudian dari hadits ini para ulama mengambil kesimpulan bahwa kebenaran itu memang asal yg telah ada pada hati manusia sedangkan penyimpangan datangnya belakangan disusupkan oleh syaiton kedalam hati kita.

Kerusakan hati adalah ketika dia tidak bisa mengenali kebaikan sebagai kebaikan, menginkari kemungkaran sebagai keburukan.

Dalam sebuah atsar yg dinukil oleh ibnul qoyyim, sahabat abdullah bin mas’ud ra mengatakan: binasalah orang yg tidak punya hatiĀ  yg dengan hatinya dia bisa mengenali kebaikan sebagai kebaikan dan keburukan sebagai keburukan.

Bacalah Al-quran dengan merenungkan isinya maka hati ini akan terbuka, kembali kepada fitrah asalnya. ….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s