Ceramah Singkat: Mengalahkan Hawa Nafsu

Oleh Muhammad Abduh Tuasikal

Bismillahirrahmaanirrahiim

Kita diperintahkan untuk menundukkan hawa nafsu kita namun apa yang dimaksudkan dengan hawa nafsu? diterangkan oleh Ibnu Rajab al-hambali kalau kita maksudkan hawa maka kadang maknanya itu adalah kecintaan jadi sifatnya umum.

Kecintaan seorang pada istrinya disebut hawa nafsu juga, kecintaan seorang pada anaknya juga demikian adanya kecintaan seorang laki-laki kepada perempuan ini juga dinamakan hawa nafsu, kesukaan dia pada makanan juga dimanakan hawa nafsu juga kadang maknanya itu adalah sesutu yang menyelisihi kebenaran dan kadang juga maknanya adalah  jami’ul ma’aasyi yaitu segala macam maksiat.

Kenapa dikatakan maksiat didalam hal ini? kita lihat terlebih dahulu. Ada sebuah hadits yang dapat dijadikan pelajaran bagi kita yaitu hadits dari Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘asy ia mengatakan Rosullullah saw bersabda “Salah seorang diantara kalian tidaklah beriman dengan iman yang sempurna sampai dia menundukkan hawa nafsunya untuk mengikuti ajaran Nabi saw.” Hadits ini dinyatakan hasan shahih oleh imam nawawi namun yang lebih tepat dikatan ibnu rajab jaami’ul ‘ulum wal hikam hadits ini adalah hadits yang bermasalah, kalau dikatakan shahih itu tidaklah tepat dengan berbagai macam alasan. Intinya makna hadits ini tepat. Kalau kita mengenakan hadits ini maka kita akan memahami bahwasanya yang namanya hawa nafsu yang keliru ketika seseorang mengedepankan hawa nafsunya dari menjalkan perintah dari Allah dan Rosulnya saw.

Ketika mengedepankan hawa nafsunya ini maka itulah kata Ibnu Rajab menyebabkan dia terjatuh dalam maksiat dan juga seorang itu terjatuh dalam amalan yang tidak ada dasasrnya tidak ada tuntunannya tidak ada dalilnya atau kita sebut dengan bid’ah itu karena mendahulukan hawa nafsunya dia tidak mau belajar tidak mau mengakaji ilmu tidak mau mengkaji hadits tidak mau mengkaji tuntunan Rosulullah saw. namun dia dahulukan hawa nafsunya daripada syariat nabi kita Muhammad saw. Itulah yang membuat seseorang mendahulukan hawa nafsunya maka intinya segala macam maksiat itu karena mendahulukan hawa nafsu daripada perintah Allah dan Rasulnya.

Begitu juga segala macam bid’ah itu ada karena mendahulukan hawa nafsu tadi. Maka hawa nafsu itu kadang maksudnya sifatnya umum tidak menunjukkan celaan artinya kecintaan disitu, kadang maksudnya menyelisihi kebenaran, kadang maksudnya itu adalah ketika seseorang melakukan maksiat dan melakukan amalan yang tidak ada dasarnya. Marilah kita tundukkan hawa nafsu mudah-mudahan kita mendapatkan jalan keselamatan dan selamat dari neraka dan dimudahkan untuk masuk surga.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s