Ceramah Singkat: Kesempatan Untuk Bermaksiat

Oleh Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.

Bismillahirrahmaanirrahiim. Alhamdulillahi robbil ‘alamin wasalallahu wasallama wabaroka ‘abdihi nabiyyina muhammad wa ‘ala alihi washohbihi ajma’in amma ba’du.

Saudaraku seiman yang semoga selalu dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta’alla. Saya sekarang berada di tempat yang jauh dari keramaian (tempat sunyi, sepi). Hanya ada beberapa kawan-kawan yang menemani saya. Alhamdulillah tempat ini mata saya terjaga dari melihat hal-hal yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Telinga saya terjaga dari mendengarkan hal-hal yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Tangan dan kaki saya terjaga dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Kemudian juga kemaluan saya terjaga dari hal-hal diharamkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Saya sempat berfikir kalau seandainya saya berada di sebuah tempat dan di tempat tersebut saya memiliki kesempatan untuk bermasksiat. Apakah saya akan sanggup melawan maksiat tersebut. Saya berdoa kepada Allah subhanahu wa ta’ala mudah-mudahan Allah memberikan kekuatan untuk saya menjauhi maksiat tersebut. Tapi yang ingin saya tekankan disini bahwa kesempatan untuk tidak bermaksiat yang diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala itu adalah nikmat (salah satu nikmat dari Allah subhanahu wa ta’ala yang terbesar). Seseorang tidak diberikan waktu, tidak diberikan sebuah kesempatan untuk bermaksiat kepada Allah adalah sebuah nikmat yang terbesar dan tidak semua orang diberikan semua itu.

Tidak semua orang diberikan kesempatan untuk jauh maksiat. ada sebagian orang terkadang dia benar-benar dituji oleh alah subhanahu wa ta’ala dengan kemaksiatan maka bapak/ibu/saudari yang selalu dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta’ala, bersyukurklah jika anda tidak pernah memiliki kesempatan untuk bermaksiat karena itu berasal dari Allah subhanahu wa ta’ala. Bersyukurlah jika anda tidak diberikan ruang untuk melakukan dosa kepada Allah subhanahu wa ta’ala karena itu salah satu pemberian terbesar yang Allah berikan kepada anda.

Jika anda tidak perah terpikirkan untuk meninggalkan solat, meninggalkan puasa romadhon, kemudian judi, pembuhuhan, berzina, minum khomer tidak pernah dipikirkan oleh anda maka yakni itu adalah sebuah nikmat yang terbesar dari nikmat-neikmat terbesar yang Allah subhanahu wa ta’ala berikan kepada anda.

Dan akhirkanya dari sini kita mebang bisa mengambil pelajaran sungguh begitu besar nikmat dari Allah subhanahu wa ta’ala tidak diberikannya seorang hamba kesempatan untuk melakukan maksiat, untuk melakukan sebuah dosa. Ini adalah merupakan tadabbur atas firman Allah subhanahu wa ta’ala. dalam surat ibrohim “wa intaadzu ni’matallahi laa tuhsuuhaa” (dan jika kalian menghitung hitung nikmat Allah kalian tidak akan pernah bisa menghitungnya)

Dan salah satu nikmat Allah terbesar adalah seseorang tidak diberikan kesempatan untuk bermaksiat dan satu poin lagi kalau begitu jangan pernah coba-coba untuk bermaksiat kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Karena berarti anda sudah menghilangkan nikmat yang Allah berikan kepada anda

Wallahu a’lam, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s